DROPPIISHOPS.COM – Para ahli mengingatkan ancaman tsunami setinggi hingga 30 meter yang berpotensi mengguncang pantai barat Amerika Serikat, membawa risiko kehilangan ribuan nyawa di kawasan tersebut.

Berdasarkan laporan yang diterbitkan oleh Metro, sumber utama risiko ini adalah Zona Subduksi Cascadia, sebuah garis patahan sepanjang 1.126 kilometer yang membentang dari California utara hingga British Columbia, Kanada. Zona tersebut telah memasuki masa dorman selama tiga abad terakhir.

Dalam penelitian terbaru, para ilmuwan menunjukkan bahwa potensi kerusakan akan semakin besar jika bencana terjadi setelah tahun 2100. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya tinggi permukaan laut akibat perubahan iklim, yang dapat memperbesar intensitas serta daya rusak tsunami. Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal *Proceedings of the National Academy of Sciences*.

Model yang dikembangkan memperkirakan gempa berkekuatan tinggi dapat memicu banjir masif, terutama di wilayah dengan peningkatan populasi manusia, infrastruktur, dan jalur transportasi. Dampak banjir diproyeksikan akan tiga kali lebih parah dibanding kondisi tahun 2023 apabila kenaikan tinggi permukaan laut terus terjadi.

Studi tersebut juga mencatat peluang sebesar 37 persen bagi terjadinya gempa di kawasan Pasifik Barat Laut dalam 50 tahun mendatang, dan hampir pasti akan ada gempa besar sebelum memasuki tahun 2100.

“Ini adalah ancaman besar bagi Amerika Serikat,” ujar Tina Dura, salah satu peneliti utama dalam studi ini, saat diwawancarai oleh BBC. “Dampak tsunami besar tidak dapat dielakkan. Kerusakannya akan sangat menghancurkan,” tambahnya.

Gempa berkekuatan 8,0 hingga 9,0 pada skala Richter diprediksi mampu menghasilkan tsunami dengan ketinggian hingga 30 meter. Gelombang tersebut dapat melaju sejauh 2,4 kilometer ke daratan, menyebabkan kerusakan besar di pesisir dan meninggalkan kawasan tersebut dalam kondisi rendah akibat gelombang surut.

“Tsunami ini dapat menghasilkan genangan yang bertahan lama, bahkan selama puluhan hingga ratusan tahun di kawasan terdampak,” jelas Dura.

Menurut estimasi Badan Manajemen Darurat Federal (FEMA), gempa dengan magnitudo tinggi di zona tersebut berpotensi merenggut sekitar 5.800 jiwa. Tsunami yang terjadi sesudahnya diperkirakan dapat menambah korban hingga mencapai 8.000 jiwa.

Wilayah yang paling berisiko meliputi pesisir California, Oregon, dan Washington, hingga Pulau Vancouver di bagian utara Kanada. Catatan sejarah menunjukkan gempa besar terakhir di zona ini terjadi pada Januari 1700 dengan kekuatan 9,0 skala Richter, yang memicu tsunami besar hingga menenggelamkan wilayah Teluk Pachena di British Columbia.

Artikel ilmiah ini menekankan pentingnya memasukkan analisis gabungan dari risiko gempa bumi dan perubahan iklim ke dalam strategi mitigasi dan perencanaan ketahanan pesisir, baik untuk Zona Subduksi Cascadia maupun wilayah lain di seluruh dunia.

Baca Juga : 5 Fenomena Unik Bahasa Indonesia yang Jarang Disadari, Pernah Mengamati?

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *